Renungan

DUIT… Siapa yang gak doyan sama
duit..?? Siapa yang meragukan
pengaruh duit..?? Benda yang jadi
rebutan manusia ini.. Jika didapatkan
dan dibelanjakan dengan cara yang
bagus.. Maka akan sangat penuh dengan
manfaat..
Tapi…. Jika didapatkan dan dibelanjakan
dengan cara yang salah.. Bisa2 malah
jadi bencana..

Benda padat yang satu ini memang bisa
menggoyang apa pun.. Semua bisa goyah
karena 4 hurup ini. Barang bisa dibeli,
loyalitas bisa dikantongi, perempuan bisa
digandengi.. Apalagi..??
Belum cukup itu, kyai pun bisa “dibeli”.
Barang atau suatu hal yang tadinya
haram, dengan duit bisa bikin kyainya
cadel, sehingga jadi HALAM. Tambahi
gambar Soekarno-Hatta, yang lidahnya
sudah cadel jadi tambah sariawan
lambene, sehingga gak bisa bilang “M”
maka jadilah “HALAL”
Coba sampeyan liat ceramahnya sebagian
para da’i “cadel” di kebanyakan tipi :
Ha wong ustadz kok campur baur sama
perempuan2 yang bukan mukrimnya,
bintang tamunya pun artis2 bahenol,
jangankan jilbab, malah semua dho
tabarruj.. Kalo ada yang pakek jilbab
pun jauh dari yang syar’i. Kadang
duduknya ada yang sampek saling ndusel
dempet2an laki permpuan..
Ada juga yang acara tausiyahnya sambil
diiringiri musik, bahkan si ustadz sampek
ikutan joget.. Hhmm.. :/
Ada juga yang gak kalah parah :
Lha iya.. Ustadz kok kebanci2an..
Gayane lenggak – lenggok genit koyo
wong wedok.. “Jama’aaaah ooh
jaaama’aaah..” Pernah tau gak ustadz
model gitu..?? SubhaAllah..

Maka benerlah jika dikatakan duit itu
bisa menyetir prilaku manungso..
Perempuan model apapun bisa disetir
dengan duit. Wong pinter bisa jadi
mbodo.. Orang kaya saja bisa disuruh-
suruh apapun, apalagi yang kelas kere..
Weh…..
Satu lagi contoh sederhana kalo orang
mau mglakoni apa saja demi duit..
Misalnya dalam hal berpose untuk
majalah yang konon untuk pria dewasa
(padahal “penikmatnya” justru manungso
yang gak mampu berpikir dewasa).
Alasan yang selalu diajukan adalah
“Kebebasan berekspresi”. Padahal
sejujurnya, ini murni urusan sandang
pangan dan napsu setan..!!
Pose awal memang masih klamben utuh.
Lama-lama yang atas semangkin mlotrok,
yang bawah semangkin naik. Sampe
akhirul kalam, suatu ketika tinggal
setutnya doang. (Setut = sabuk). Naudzu
billah..
Hidup memang Mampir Ngombe. Sekali
mampir kok tujuannya hanya sekedar
bakulan perangkat ASI lho… Mbok ya
harga diri dan tubuhnya jangan dijual
semurah itu tho..
Kenapa dijual murah..?? Karena yang
beli makhluk hina dan rendahan macem
Pemred majalah esek-esek itu. Cobalah
“dijual” kepada makhluk mulya, hamba
Allah yang punya iman. Harga diri para
perempuan itu akan “dibeli” dengan harga
yang pantas… bukan dengan duit..
Wis klop pancene. Tumbu oleh tutup.
Nepsu ketemu nepsu. Iman ketemu
Iman..
_________________________
Dan benarlah jika dikatakan bahwa yang
baik akan selalu berkumpul dengan yang
baik pula.. Yang burukpun akan berkumpul
dengan yang buruk pula..
Maka :
Adalah sudah menjadi sunatullah bahwa
para pecinta sunnah akan berkumpul
dengan sesama pecinta sunnah..  Dan para
pecandu maksiatpun akan berkumpul
dengan sesama pecandu maksiat..
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda :
ُﺡﺍَﻭْﺭَﻷﺍ ٌﺩﻮُﻨُﺟ ٌﺓَﺪَّﻨَﺠُﻣ َﻑَﺭﺎَﻌَﺗ ﺎَﻤَﻓ ﺎَﻬْﻨِﻣ
َﻒَﻠَﺘْﺋﺍ َﺮَﻛﺎَﻨَﺗ ﺎَﻣَﻭ ﺎَﻬْﻨِﻣ َﻒَﻠَﺘْﺧﺍ
“Ruh-ruh manusia itu ibarat pasukan
yang selalu berkelompok (kelompok yang
selalu bersama), maka yang saling
bersesuaian di antara mereka akan saling
dekat (berkumpul), dan yang tidak
bersesuaian akan saling berselisih
(menjauh).”(HR. Bukhari dan Muslim).
Semoga Allah Ta’ala senantiasa
menunjukkan kita kepada jalan yang
lurus, yaitu jalan yang ditempuh oleh
orang-orang yang diberikan ni’mat,
bukan jalannya orang-orang yang
dimurkai dan orang-orang tersesat..

keindahan setiap kata terucap dari keimanan di dalam hati.
….serpihan hati….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s