Nasehat Pinokio untuk Para Politikus

Tak nyata memang. Namun tentulah
kita ingat akan sebuah dongeng di kala
kita masih kecil dulu. “Pinokio”, sebuah
boneka kayu yang dapat hidup karena
keajaiban Tuhan. Masih ingat dikala
aku masih kecil, Pinokio pernah
diangkat dalam sebuah film. Namun
ketika dicermati, sejatinya banyak pesan
moral yang dapat kita ambil dari kisah
Pinokio ini. Dongeng yang mengisahkan
patung kayu yang benama Pinokio pada
akhirnya menjadi manusia sungguhan.
Perjalanan untuk jadi manusia tidaklah
mudah,
Pinokio harus selalu jujur, jika tidak
selain hidungnya akan memanjang juga
keinginan menjadi manusia tidak akan
berhasil. Dalam dongng ini, sang boneka
kayu dijanjikan oleh peri bahwa dirinya
bisa menjadi manusia jika mendengar
suara hatinya. Suara hati itulah yang
dinamakan kejujuran. Saya
membayangkan akan masa kini. Dikala
nilai kejujuran telah dikesampingkan.
Dikala orang dengan seenaknya memberi
keterangan palsu. Dikala saksi
persidangan hukum di bawah sumpah
dengan mudahnya memutar balikkan
kata..Seandainya kita semua adalah
Pinokio, tentu saja kita akan terus
mendengar suara hati kita agar dapat
manjadi manusia seutuhnya. Suara hati
adalah suara kebajikan sebab di situ
terletak bisikan –bisikan Tuhan. Belajar
dari dongeng Pinokio, ketika kita
berbohong maka hidung kita akan
memanjang. Berbohong lagi, hidungnya
tambah panjang lagi, dan seterusnya.
Maka dari kasus ketidakjujuran yang
kerap terjadi tentu banyak yang memiliki
hidung panjang, panjang, dan panjang.
Mengenai hidung panjang adalah sebuah
pemisalan hukuman atas ketidakjujuran.
Dengan begitu hukuman akan
ketidakjujuran harus benar-benar
dilakukan.
Wahai para politikus, wahai para
terdakwa di persidangan, wahai para
koruptor yang gencar memutar balikkan
kata, belajarlah dari Pinokio.
Junjunglah tinggi nilai kejujuran atau
jika tidak maka hidungmu (read: masa
hukuman penjaramu) akan menjadi
semakin panjang.
“Manusia tak lebih dari sekedar boneka
Tuhan”

keindahan setiap kata terucap dari keimanan di dalam hati.
….serpihan hati….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s