Haruskah Short Message Service (SMS) dihapus?

Setuju gak Short Message Service
(SMS) dihapus? pasti gak setuju ya…
tapi kok jarang digunakan bahkan gak
pernah? engg…nganuuu….. habisnya
gak punya pulsa sih. hasemeleh…
Aku sendiri terkadang suka
mengabaikan sms yang masuk di inbox
dan lebih memilih mantengin timeline
atau whatsapp. Salahkah aku?
Secara pribadi aku mengakui salah,
tapi pada kenyataannya temen-temen
aku juga melakukan hal yang sama
sepertiku. Ceritanya balas dendam?
Bukan . Tapi karena bosan kali kalau
sms terus ya, toh setiap hari hape kita
terkoneksi dengan internet yang jikalau
dihitung-hitung memang lebih murah
mengirim pesan via internet, bukan
begitu? (nanti dibawah ada alasanku
yang lebih manusiawi)
Atau kita sendiri sudah keasikan
dengan berwasapan,berlinean,
berwechatan dan ber ber ber yang
lainnya. Bahkan saking asiknya kalau
ditwitter dan bahkan aku sendiri tanpa
terkecuali (kalian juga kan? Heuheu)
saat mengirim DM (dirrect message)
hasrat mengirim pesannya tak
terpuaskan dan akhirnya ditambah
dengan melakukan mention hae
@nikitomi cek DM ya . kalau kata
orang jawa, Ben Piye? (biar apa-red)
iya, biar apa sih? Dugaan pertama
tentu biar yang dimensyen segera tahu
tapi kalau dipikir setiap ada DM
masuk pasti ada notification kan? Jadi
notification nya buat apa? Ah mungkin
biar eksis kan, iya kan? Hayo ngaku!
Hahahasamahahaha.
Pernah, suatu saat aku sms ke temanku
sendiri, cukup lama sih balasnya sekali
balas dia menyuruh aku untuk mengirim
sms nya lewat whatsapp dan BBM
aja, aku dalam hati Cuma tersenyum
karena aku sebenernya udah sering
dibalas seperti itu dan gatal pengen aku
tulis pengalaman ber-sms di era
teknologi canggih seperti sekarang. Dan
akhirnya aku menulisnya bukan? Pakek
judul Haruskan fitur SMS dihapus?
Segala lagi, haha.
Atau kalian pernah mengalami begini,
kita mengirim sms dan lama sekali gak
dibalas tau-tau yang di sms malah asik
berkicau di twitter dan facebook?
Pernah gak, pernah. haha. Atau ada
juga yang tiba-tiba mention ditwitter
marah-marah gegara BBM gak
diread atau BBMnya gak dibalas
karena gak aktif, kenapa gak sms atau
ditelpon aja?
Sekarang jujur-jujuran aja deh
daripada nanti ajur, hal pertama yang
dilakukan saat akan mengirimkan pesan
ke teman atau sanak saudara adalah
melalui? Facebook, twitter atau App
chat seperti whatsapp, bbm, line kan?
Baru setelah semua cara itu gak
mendapat respon dari si penerima
pesan, fitur SMS difungsikan bak
pemain cadangan sepak bola.
Heuheuheu.
Kalau dulu sih jaman masih SMA
akhir, aku sering membalas dan
meladeni sms baik dari temen sendiri
maupun dari orang lain yang pura-
pura sms nyasar. Tapi, jujur ya
sekarang aku bukannya tidak mau
membalas sms secara quick time tapi
keadaan aku sendiri yang mulai banyak
kesibukan dan terkadang kesibukan itu
membuat mood aku untuk membalas sms
yang kurang greget jadi lama balasnya.
Aku lebih senang kalau langsung ditelpon
dan aku sendiri kalau kiranya ada
sesuatu yang penting untuk langsung
dijawab aku memilih untuk telpon
langsung daripada sms. Aku
menyesuaikan caraku
Kita jangan saling menyalahkan satu
sama lain, keberadaan mereka yang
mempunyai kesibukan dan lebih
mementingkan bersocmed ria karena
keiritan dan keasikannya harus diakui
apa adanya. Tinggal bagaimana kita
mengakali agar pesan yang kita kirim
terbaca dan dibalas oleh si penerima
pesan, bukan begitu? Misalnya begini,
kalau kita sms tidak dibalas coba di
DM/Inbox FB atau diwhatsapp,
kalau belum juga dibalas coba ditelpon?
Ribet kan? Tapi inilah era teknologi
canggih, tidak hanya sekali kirim pesan
via telegraph seperti jaman dulu yang
langsung dibaca tapi harus mengirim
pesan kesemua telinga (socmed, telpon)
yang mereka miliki.
Bisa dikatakan fenomena-fenomena sms
tak terbalas yang paling sering terjadi
karena ada dua hal, 1) Karena
kesibukan. 2) karena bersmsan via
internet (socmed) atau app chat lebih irit
dan asik. Kalau kalian memilih nomor
dua apakah setuju fitur SMS harus
dihapus?

keindahan setiap kata terucap dari keimanan di dalam hati.
….serpihan hati….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s